Sabtu, 17 Agustus 2013



Profil Desa Pandean
Pandean sendiri diambil dari kata “Pandhe” yaitu tempat membuat alat pertanian seperti cangkul, parang, pahat, dll.
Desa Pandean yang sekarang ini adalah sebuah desa di lereng selatan Gunung Telomoyo, yang dibagi atas 7 dusun, yaitu:
-       Dusun Pandean Lor
-       Dusun Pandean Kidul
-       Dusun Tanggulangin
-       Dusun Wonolobo
-       Dusun Dalangan
-       Dusun Sidadap
-       Dusun Digulan

Keadaan Fisik Daerah
Letak dan Luas Wilayah
Desa Pandean secara administratif termasuk wilayah Kecamatan Ngablak, Kabupaten Magelang. Berjarak sekitar 3 KM dari kantor Magelang, dan 40 KM dari Kantor Kabupaten Magelang.
Desa Pandean terdiri dari 7 dusun dengan 18 RW dan 58 RT. Luas wilayah Pandean adalah 400,7 ha dengan batas-batas desa sebagai berikut:
Utara               : Gunung Telomoyo
Selatan            : Desa Ngablak dan Desa Girirejo
Timur               :  Kabupaten Semarang
Barat               :  Desa Keditan




Desa Pandean berada pada ketinggian 1280 m di atas permukaan laut, sehingga tergolong dataran tinggi. Suhu di Desa Pandean cukup dingin. Jenis tanah di daerah Pandean adalah jenis andilos dengan bantuan induk vulkanik. Sifat tanah andilos adalah bersolu tebal dan berwarna kuning terang. Makin dalam makin terang. Tekstur litany silty loam dengan kadar liat kurang dari 30%. Kepekaan tanah andisol terhadap erosi cukup tinggi, keasamannya bermacam-macam, dan bahan organiknya rendah.

Data Kepala Desa, Sekretaris Desa dan Perangkat Desa




Kepala Desa               : Tulis Setioko
Sekretaris Desa          : Wardoyo
Kasi Pemerintahan     : Joko
Kasi Kesra                   : Sukimantomo
Kasi Pembangunan    : Slamet
Kaur Keuangan           : Eko Suparno
Kaur Umum                  : Kuwat
Kadus Digulan             : Tiyono
Kadus Sidadap            : Rebut
Kadus Wonolobo         : Sanyoto Slamet
Kadus Tanggulangin   : Sugeng Riyanto
Kadus Pandean Lor    : Jajar
Kadus Pandean Kidul : Purnomo

Potensi dan Keunggulan Desa Pandean
Potensi SDM
Kelompok Umur Tahun
Laki-laki
Perempuan
Jumlah
1
2
3
4
0 – 4
155
165
320
5 - 9
190
206
396
10 – 14
157
152
309
15 – 19
139
160
299
20 – 24
165
147
312
25 – 29
168
187
355
30 – 39
310
300
610
40 – 49
260
264
524
50 – 59
193
195
388
60 <
219
225
444
Jumlah
1956
2001
3957

Jumlah penduduk Desa Pandean pada tahun 2010 memiliki 1136 KK (Kepala Keluarga) dengan jumlah penduduk 3957 jiwa terdiri dari 1956 perempuan dan 2001 laki-laki. Rata-rata setiap keluarga terdiri dari 4 anggota keluarga. Jumlah golongan usia produktif berjumlah 2488 jiwa (62,8%) dan golongan usia tidak produktif adalah 1469 jiwa (37,1%). Kekayaan ini menunjukkan bahwa tenaga kerja di Desa Pandean bisa mengisi peluang kerja.
Sementara lapangan kerja yang tersedia sebagian besar adalah di bidang pertanian, peternakan serta kehutanan karena lahan pertanian cukup tersedia dan berbatasan langsung dengan hutan milik Perhutani. Keadaan anah cukup subur tapi banyak penduduk yang tidak mempunyai lahan menyebabkan banyak penduduk yang bekerja sebagai buruh tani degan sistem borong atau harian.
Tingkat Pendidikan
Tingkat pendidikan di Desa Pandean tergolong rendah. Hal ini disebabkan fasilitas pendidikan kurang memadai. Karena di Desa Pandean hanya mempunyai dua gedung SD dan dua TK. Sebagian besar penduduk Desa Pandean adalah tamatan Sekolah Dasar, bahkan tidak sekolah atau tidak lulus Sekolah Dasar. Komposisi Desa Pandean berdasarkan pendidikan dapat dilihat pada tabel berikut:

No.
Tingkat Pendidikan
Jumlah
1
Tamat Perguruan Tinggi
24
2
Tamat SLTA
261
3
Tamat SLTP
313
4
Tamat SD
1577
5
Belum tamat SD
366
6
Tidak sekolah
1416

Jumlah
3957

Paling banyak bekerja sebagai petani dan peternak, sekitar 92%. Jadi awalnya para warga bekerja sebagai petani, setelah mendapatkan untung, uang diinvestasikan dalam bentuk sapi untuk digemukkan, lalu dijual kembali. Sisanya sebagai buruh tani (bekerja dengan yang punya lahan). Sisanya bekerja sebagai buruh pabrik.

No
Mata Pencaharian
Jumlah
1
Petani
2270
2
Buruh tani
225
3
Pengusaha
2
4
Buruh industri
102
5
Buruh bangunan
119
6
Pedagang
74
7
Jasa angkutan
40
8
PNS/TNI
10
9
Pensiunan
11
10
Pengangguran
183
11
Lain-lain
921

Jumlah
3957
           
Banyak kegiatan yang dilakukan oleh Karang Taruna. Kegiatan Karang Taruna berjalan dengan baik danberstruktur bagus. Juga,keterlibatan perempuan sudah banyak.
Potensi SDA
Kelinci (presiden kelinci dunia dari perancis pernah ke Desa Pandean pada tahun 2010) di dusun Tanggulangin. Dusun Tanggulangin ini pernah disebut sebagai kampung kelinci. Kelinci dari dusun ini dijual ke tengkulak. Dari satu kecamatan ngablak,yang memiliki SDA kelinci paling banyak adalah Desa Pandean.
Sapi Potong adalah ternak yang paling banyak dan dijual ke tengkulak. Banyak warga yang menginvestasikan uangnya ke sapi potong, mereka membeli sapi. Kemudian digemukan, lalu dijual. Desa yang paling banyak memiliki sapi potong dari satu kecamatan ngablak adalah Desa Pandean.
Sapi Perah di Desa Pandean belum terlalu banyak, tapi beberapa sudah beralih dari sapi potong ke sapi perah karena lebih menguntungkan (tengkulak berasal dari getasan). Adapun banyak kambing, dijual oleh tengkulak.
Ayam di Desa Pandean rata-rata tersebar, tapi ada 1 peternakan ayam potong yang baru dibangun (dijual secara kemitraan).Namun, ayam kampung dikonsumsi sendiri.
Terdapat contoh perkebunan semusim, yaitu Tembakau dan perkebunan musiman, yaitu cengkeh.
Hortikultura di Desa Pandean banyak ragamnya. Tomat, Kubis, Terong, Cabai, Wortel, Sawi Putih, Daun Bawang, Seledri dan Mentimun adalah sayur-sayuran yang paling menonjol di Desa Pandean. Sedangkan buah-buahan yang ada di Desa Pandean adalah Jambu dan Jeruk. Untuk tanaman, semua diambil tengkulak ke desa, jarang ada petani yang menjual langsung ke pasar.
Kelompok Tani desa Pandean sudah bisa membuat biogas. Biogas ini dipakai untuk tungku-tungku warga sekitar.
Luas Desa Pandean secara keseluruhan adalah 400,7 Ha. Hal tersebut dapat dilihat dari luas lahan pertanian sebanyak 234,78 Ha; perkampungan 24,71 Ha; hutan dan rerumputan 26,21 Ha; sungai, jalan, dan makam 8Ha dan hutan Negara 107 Ha.
Kepemilikan ternak di Desa Pandean hanya sebagai mata pencaharian sampingan para petani dan buruh tani. Jumlah populasi ternak adalah:


No
Kepemilikan Ternak
Jumlah
1
Sapi
1068
2
Kambing
705
3
Ayam
3125
4
Angsa
95
5
Itik
352
6
Kelinci
2536
7
Kuda
2


Potensi Kesenian
Kesenian di Desa Pandean ada banyak ragamnya, yaitu: Ketoprak, Saparan, Jaranan, Rebana, Campursari, Dangdut dan Khosidah.Ketoprak adalah kesenian yang pentas setahun sekali.Nama Kesenian Ketoprak di Dusun Pandean Lor adalah Ketoprak Muda Budaya. Pada dusun Tanggulangin, belum ada namanya.
Saparan adalah perayaan saat ulang tahun dusun.  
Kesenian Jaranan sering tampil di Pandean Lor, tapi di sekitar desa. Jaranan Turangga Manggala Putra adalah nama Kesenian di Dusun Pandean Lor.
Untuk Kesenian Rebana, semua dusun memilikinya (tampil musiman).
Kesenian Campursari adalah kesenian yang paling sering tampil, baik diundang maupun di Desa Pandean. Kesenian Campursari ada 2, yaitu di Dusun Tanggulangin yang dinamakan Campursari Merbabu Daya dan di Dusun Pandean Lor bernama Campursari Candilaras, tarif kesenian ini adalah sejumlah Rp 3.5 juta sekali tampil karena kualitasnya yang baik.
Kesenian Dangdut juga cukup sering, Grup dangdut “Avinza” dari dusun Pandean Lor sering diundang keluar desa.
Khosidah adalah lagu-lagu religi. Pada dusun Digulan, terdapat Khosidah “Al-Mujahidin”, pada Dusun Pandean Lor tidak ada namanya. Khosidah “Al-Mujahidin” sering diundang keluar desa, tapi lebih sering campursari.

LAMPIRAN

PETA DESA PANDEAN