Profil
Desa Pandean
Pandean sendiri diambil dari kata
“Pandhe” yaitu tempat membuat alat pertanian seperti cangkul, parang, pahat,
dll.
Desa Pandean yang sekarang ini adalah
sebuah desa di lereng selatan Gunung Telomoyo, yang dibagi atas 7 dusun, yaitu:
-
Dusun
Pandean Lor
-
Dusun
Pandean Kidul
-
Dusun
Tanggulangin
-
Dusun
Wonolobo
-
Dusun
Dalangan
-
Dusun
Sidadap
-
Dusun
Digulan
Keadaan Fisik Daerah
Letak dan Luas Wilayah
Desa Pandean secara
administratif termasuk wilayah Kecamatan Ngablak, Kabupaten Magelang. Berjarak
sekitar 3 KM dari kantor Magelang, dan 40 KM dari Kantor Kabupaten Magelang.
Desa Pandean terdiri
dari 7 dusun dengan 18 RW dan 58 RT. Luas wilayah Pandean adalah 400,7 ha
dengan batas-batas desa sebagai berikut:
Utara : Gunung Telomoyo
Selatan : Desa Ngablak dan Desa Girirejo
Timur : Kabupaten Semarang
Barat : Desa Keditan
Desa Pandean berada
pada ketinggian 1280 m di atas permukaan laut, sehingga tergolong dataran
tinggi. Suhu di Desa Pandean cukup dingin. Jenis tanah di daerah Pandean adalah
jenis andilos dengan bantuan induk vulkanik. Sifat tanah andilos adalah bersolu
tebal dan berwarna kuning terang. Makin dalam makin terang. Tekstur litany
silty loam dengan kadar liat kurang dari 30%. Kepekaan tanah andisol terhadap
erosi cukup tinggi, keasamannya bermacam-macam, dan bahan organiknya rendah.
Data Kepala Desa, Sekretaris Desa dan Perangkat Desa
Kepala Desa : Tulis Setioko
Sekretaris Desa : Wardoyo
Kasi Pemerintahan : Joko
Kasi Kesra : Sukimantomo
Kasi Pembangunan : Slamet
Kaur Keuangan : Eko Suparno
Kaur Umum : Kuwat
Kadus Digulan : Tiyono
Kadus Sidadap : Rebut
Kadus Wonolobo : Sanyoto Slamet
Kadus Tanggulangin : Sugeng Riyanto
Kadus Pandean Lor : Jajar
Kadus Pandean Kidul : Purnomo
Potensi
dan Keunggulan Desa Pandean
Potensi
SDM
|
Kelompok Umur Tahun
|
Laki-laki
|
Perempuan
|
Jumlah
|
|
1
|
2
|
3
|
4
|
|
0
– 4
|
155
|
165
|
320
|
|
5
- 9
|
190
|
206
|
396
|
|
10
– 14
|
157
|
152
|
309
|
|
15
– 19
|
139
|
160
|
299
|
|
20
– 24
|
165
|
147
|
312
|
|
25
– 29
|
168
|
187
|
355
|
|
30
– 39
|
310
|
300
|
610
|
|
40
– 49
|
260
|
264
|
524
|
|
50
– 59
|
193
|
195
|
388
|
|
60
<
|
219
|
225
|
444
|
|
Jumlah
|
1956
|
2001
|
3957
|
Jumlah penduduk Desa
Pandean pada tahun 2010 memiliki 1136 KK (Kepala Keluarga) dengan jumlah
penduduk 3957 jiwa terdiri dari 1956 perempuan dan 2001 laki-laki. Rata-rata
setiap keluarga terdiri dari 4 anggota keluarga. Jumlah golongan usia produktif
berjumlah 2488 jiwa (62,8%) dan golongan usia tidak produktif adalah 1469 jiwa
(37,1%). Kekayaan ini menunjukkan bahwa tenaga kerja di Desa Pandean bisa
mengisi peluang kerja.
Sementara lapangan
kerja yang tersedia sebagian besar adalah di bidang pertanian, peternakan serta
kehutanan karena lahan pertanian cukup tersedia dan berbatasan langsung dengan
hutan milik Perhutani. Keadaan anah cukup subur tapi banyak penduduk yang tidak
mempunyai lahan menyebabkan banyak penduduk yang bekerja sebagai buruh tani
degan sistem borong atau harian.
Tingkat
Pendidikan
Tingkat pendidikan di Desa Pandean
tergolong rendah. Hal ini disebabkan fasilitas pendidikan kurang memadai.
Karena di Desa Pandean hanya mempunyai dua gedung SD dan dua TK. Sebagian besar
penduduk Desa Pandean adalah tamatan Sekolah Dasar, bahkan tidak sekolah atau
tidak lulus Sekolah Dasar. Komposisi Desa Pandean berdasarkan pendidikan dapat
dilihat pada tabel berikut:
|
No.
|
Tingkat Pendidikan
|
Jumlah
|
|
1
|
Tamat Perguruan Tinggi
|
24
|
|
2
|
Tamat SLTA
|
261
|
|
3
|
Tamat SLTP
|
313
|
|
4
|
Tamat SD
|
1577
|
|
5
|
Belum tamat SD
|
366
|
|
6
|
Tidak sekolah
|
1416
|
|
|
Jumlah
|
3957
|
Paling banyak bekerja sebagai petani
dan peternak, sekitar 92%. Jadi awalnya para warga bekerja sebagai petani,
setelah mendapatkan untung, uang diinvestasikan dalam bentuk sapi untuk
digemukkan, lalu dijual kembali. Sisanya sebagai buruh tani (bekerja dengan
yang punya lahan). Sisanya bekerja sebagai buruh pabrik.
|
No
|
Mata Pencaharian
|
Jumlah
|
|
1
|
Petani
|
2270
|
|
2
|
Buruh
tani
|
225
|
|
3
|
Pengusaha
|
2
|
|
4
|
Buruh
industri
|
102
|
|
5
|
Buruh
bangunan
|
119
|
|
6
|
Pedagang
|
74
|
|
7
|
Jasa
angkutan
|
40
|
|
8
|
PNS/TNI
|
10
|
|
9
|
Pensiunan
|
11
|
|
10
|
Pengangguran
|
183
|
|
11
|
Lain-lain
|
921
|
|
|
Jumlah
|
3957
|
Banyak kegiatan yang dilakukan oleh
Karang Taruna. Kegiatan Karang Taruna berjalan dengan baik danberstruktur
bagus. Juga,keterlibatan perempuan sudah banyak.
Potensi
SDA
Kelinci (presiden kelinci dunia dari
perancis pernah ke Desa Pandean pada tahun 2010) di dusun Tanggulangin. Dusun
Tanggulangin ini pernah disebut sebagai kampung kelinci. Kelinci dari dusun ini
dijual ke tengkulak. Dari satu kecamatan ngablak,yang memiliki SDA kelinci paling
banyak adalah Desa Pandean.
Sapi Potong adalah ternak yang paling
banyak dan dijual ke tengkulak. Banyak warga yang menginvestasikan uangnya ke
sapi potong, mereka membeli sapi. Kemudian digemukan, lalu dijual. Desa yang
paling banyak memiliki sapi potong dari satu kecamatan ngablak adalah Desa
Pandean.
Sapi Perah di Desa Pandean belum
terlalu banyak, tapi beberapa sudah beralih dari sapi potong ke sapi perah
karena lebih menguntungkan (tengkulak berasal dari getasan). Adapun banyak kambing,
dijual oleh tengkulak.
Ayam di Desa Pandean rata-rata
tersebar, tapi ada 1 peternakan ayam potong yang baru dibangun (dijual secara
kemitraan).Namun, ayam kampung dikonsumsi sendiri.
Terdapat contoh perkebunan semusim,
yaitu Tembakau dan perkebunan musiman, yaitu cengkeh.
Hortikultura di Desa Pandean banyak
ragamnya. Tomat, Kubis, Terong, Cabai, Wortel, Sawi Putih, Daun Bawang, Seledri
dan Mentimun adalah sayur-sayuran yang paling menonjol di Desa Pandean.
Sedangkan buah-buahan yang ada di Desa Pandean adalah Jambu dan Jeruk. Untuk
tanaman, semua diambil tengkulak ke desa, jarang ada petani yang menjual
langsung ke pasar.
Kelompok Tani desa Pandean sudah bisa
membuat biogas. Biogas ini dipakai untuk tungku-tungku warga sekitar.
Luas Desa Pandean secara keseluruhan
adalah 400,7 Ha. Hal tersebut dapat dilihat dari luas lahan pertanian sebanyak
234,78 Ha; perkampungan 24,71 Ha; hutan dan rerumputan 26,21 Ha; sungai, jalan,
dan makam 8Ha dan hutan Negara 107 Ha.
Kepemilikan ternak di Desa Pandean
hanya sebagai mata pencaharian sampingan para petani dan buruh tani. Jumlah
populasi ternak adalah:
|
No
|
Kepemilikan Ternak
|
Jumlah
|
|
1
|
Sapi
|
1068
|
|
2
|
Kambing
|
705
|
|
3
|
Ayam
|
3125
|
|
4
|
Angsa
|
95
|
|
5
|
Itik
|
352
|
|
6
|
Kelinci
|
2536
|
|
7
|
Kuda
|
2
|
Potensi
Kesenian
Kesenian di Desa Pandean ada banyak
ragamnya, yaitu: Ketoprak, Saparan, Jaranan, Rebana, Campursari, Dangdut dan
Khosidah.Ketoprak adalah kesenian yang pentas setahun sekali.Nama Kesenian
Ketoprak di Dusun Pandean Lor adalah Ketoprak Muda Budaya. Pada dusun
Tanggulangin, belum ada namanya.
Saparan adalah perayaan saat ulang
tahun dusun.
Kesenian Jaranan sering tampil di
Pandean Lor, tapi di sekitar desa. Jaranan Turangga Manggala Putra adalah nama
Kesenian di Dusun Pandean Lor.
Untuk Kesenian Rebana, semua dusun memilikinya
(tampil musiman).
Kesenian Campursari adalah kesenian
yang paling sering tampil, baik diundang maupun di Desa Pandean. Kesenian
Campursari ada 2, yaitu di Dusun Tanggulangin yang dinamakan Campursari Merbabu
Daya dan di Dusun Pandean Lor bernama Campursari Candilaras, tarif kesenian ini
adalah sejumlah Rp 3.5 juta sekali tampil karena kualitasnya yang baik.
Kesenian Dangdut juga cukup sering, Grup
dangdut “Avinza” dari dusun Pandean Lor sering diundang keluar desa.
Khosidah adalah lagu-lagu religi. Pada
dusun Digulan, terdapat Khosidah “Al-Mujahidin”, pada Dusun Pandean Lor tidak
ada namanya. Khosidah “Al-Mujahidin” sering diundang keluar desa, tapi lebih
sering campursari.
LAMPIRAN
PETA DESA PANDEAN